Tips Memakai Batik sebagai Pakaian Kasual

Batik adalah motif tradisional Indonesia yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya. Meskipun begitu, kebanyakan orang Indonesia menganggap batik adalah pakaian formal yang hanya pantas digunakan untuk acara-acara formal. Menurutku ini nggak salah, sih, di kebudayaan-kebudayaan lain juga biasanya pakaian adat lebih sering digunakan di acara-acara adat. Tapi untungnya yang disebut batik bukan jenis pakaiannya, tapi lebih ke metode menggambar motif menggunakan canting. Tapi sekarang motif batik banyak dibuat juga dengan metode lain supaya harganya lebih terjangkau. Jadi, kita bisa berkreasi dengan motif batik!

Untuk kondangan, wisuda, bahkan konferensi sudah biasa kan kita melihat orang-orang pakai batik. Kebanyakan baju batik yang dijual juga memang memiliki desain yang terlihat formal. Misalnya kemeja lengan panjang atau rok span untuk bawahan kebaya. Blus-blus batik juga seringnya terlihat formal. Di sini aku ingin berbagi tips untuk membuat pakaian batik kita terlihat lebih kasual dan cocok dipakai untuk main.

Pakaian formal dan kasual

Apa yang membedakan pakaian formal dan kasual?

Apa yang membuat kita merasa pakaian tertentu terlihat formal sementara yang lain bersifat kasual?

Menurut aku (don’t quote me on this karna aku bukan ahli fashion) itu semua sebenarnya adalah konstruksi sosial. Sebenarnya kan tergantung masyarakat di sekitar yang menganggap pakaian A itu formal atau tidak. Beda nilai-nilai dan budayanya, beda juga anggapannya soal apa yang pantas dan tidak pantas. Tapi ya secara umum, tetap ada aturan-aturan yang menentukan apakah pakaian tertentu terlihat formal atau kasual. Diambil dari beberapa sumber, berikut ini adalah aspek-aspek yang mempengaruhi persepsi kita terhadap sebuah pakaian1 2:

  1. Warna
  2. Tekstur
  3. Struktur
  4. Tujuan
  5. Motif

Makanya dalam blog post ini aku mau berbagi tips untuk mix and match baju batik kita supaya cocok dipakai untuk kegiatan santai sehari-hari.

Warna

Biasanya warna-warna terang dianggap lebih kasual daripada warna gelap kecuali warna-warna yang netral atau tidak mencolok. Jadi warna putih, coklat muda, abu-abu terang bisa dianggap formal tapi warna kuning, merah terang, hijau terang terlihat kasual, apalagi warna-warna neon. Untuk membuat outfit kita terkesan kasual, kita bisa menggunakan warna-warna terang.

Woman wearing light blue cardigan, black outfit, and sandals in front of sea and sky
Ini aku pakai waktu sepedahan dan jelek banget ga sih pake sendal jepit hahaha.

Tekstur

Tekstur kain yang lebih halus dan berkilau terkesan lebih formal. Makanya banyak orang datang kondangan pakai baju satin atau sutra. Kalau kita pakai batik dengan setelan seperti itu, kelihatannya kaya mau ke acara resmi kan? Aku sendiri suka pakai bawahan batik dengan atasan kaos atau sweater tebal karena tekstur sweater yang berupa katun dan agak kasar itu akan membuat keseluruhan outfit kita menjadi semakin kasual.

Woman posing in front of a river, trees, a mountain, and people.
Baju di atas aku pakai waktu berwisata ke tempat yang dingin, jadi tetap hangat dan nyaman.

Struktur

Struktur pakaian sangat menentukan formalitas. Struktur dinilai dari garis-garis yang dibentuk oleh suatu pakaian. Makanya pakaian formal biasanya punya padding dan disetrika sampai benar-benar halus dan lurus supaya terlihat membentuk garis-garis tajam. Struktur ini tidak hanya berpengaruh di pakaian, namun juga di aksesoris seperti tas dan sepatu. Tas yang tidak berstruktur seperti totebag akan terlihat lebih kasual daripada satchel bag. Struktur ini lah yang membuat pakaian resmi terlihat kaku. Kita bisa memanfaatkan aksesoris untuk membuat seluruh outfit kita terlihat kasual. Padu-padankan batik kita dengan tas punggung atau totebag dan instead of kemeja, pakailah kaos karena kaos biasanya tidak berstruktur dan lebih mengikuti badan kita. Memakai kemeja batik dengan celana bahan tentu saja kaya mau kondangan, nah, bisa diganti bawahannya pakai celana jogger atau kulot.

Woman taking self-photograph in front of a mirror showcasing her outfit

Tujuan

Tujuan yang dimaksud di sini adalah mengetahui asal dan untuk apa kegunaan dari pakaian tertentu. Contoh yang cukup mudah adalah jeans atau denim. Celana denim awalnya diciptakan di Nîmes, Perancis, dan banyak dipakai oleh penambang dan pekerja kasar lainnya bersifat kuat. Kemudian selama tahun 1920-1930an, Hollywood meromantisasi celana denim dengan memakaikannya pada koboi di film-film dan pada tahun 1960an denim menjadi salah satu simbol counterculture. Semakin ke sini denim semakin menjadi bagian dari masyarakat mainstream namun tetap mempertahankan kesan kasualnya3. Selain itu, aksesoris yang bisa digunakan contohnya sepatu sneakers yang awalnya digunakan untuk berolahraga4. Bisa banget loh, pakai batik dengan denim dan sneakers!

Motif

Pakaian yang berpola atau bermotif terkesan lebih kasual daripada yang polos. Batik, yang pada dasarnya adalah motif yang digambar dengan canting (atau cap atau printing), tentu semuanya bermotif. Tapi motif yang berbeda menggambarkan situasi yang berbeda juga. Jujur aku sejauh ini belum ahli soal macam-macam motif batik beserta arti dan kegunaannya dalam sejarah. Jadi di sini aku akan berbicara soal motif-motif yang mudah ditemui dan dibeli saja ya.

Buat aku sendiri ada beberapa jenis model batik yang mau diapakan juga akan selalu terlihat formal. Contohnya kemeja lengan panjang yang warna dominannya gelap, contohnya kaya begini:

wanita menggunakan kemeja batik resmi berwarna gelap
Contoh kemeja resmi

Makanya untuk jalan-jalan aku sendiri lebih suka batik dengan motif yang tidak terlalu ramai seperti ini:


Untuk aku, penting juga kita bisa memilih batik yang kira-kira akan mudah dipakai untuk kegiatan kasual. Aku sendiri suka pakaian yang modelnya cukup moderen dan tidak kaku seperti kardigan dan kulot. Sementara baju batik yang desainnya kaku seperti kemeja memang lebih sering aku pakai untuk acara formal. Galeri di bawah ini adalah contoh baju-baju batik yang sering aku pakai untuk jalan-jalan.

Beberapa orang yang bisa dijadikan inspirasi fashion dan sering menggunakan batik dengan pakaian kasual lainnya adalah Dian Sastro dan Najwa Shihab. Mereka keren-keren banget sih bajunya, warna-warni dan sering dipadankan dengan sneakers yang bagus haha. Kayanya aku kurang sering pakai sneakers deh.

Menganggap motif batik terlihat resmi itu sesuatu yang wajar, tapi kita bisa membuat batik lebih ramah untuk outift sehari-hari dengan cara memadu-padankan batik kita dengan pakaian lain yang bersifat kasual. Hal tersebut bisa dinilai dari warna, tekstur, struktur, tujuan, dan motif. Misalnya pakai baju berwarna cerah, pakai sneakers, pakai sweater, hingga pakai jeans. Dari contoh-contoh di atas sebenarnya terlihat ada beberapa celana dan baju yang sering aku pakai hahaha karena baju-baju itu memang aku anggap nyaman dan bisa dipakai sehari-hari. Kombinasi favorit aku biasanya adalah kaos + kulot batik + sandal/sneakers. Selain itu, kombinasi batik apa lagi ya yang gampang dipakai?

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s