Rekomendasi Drama Korea Coming of Age

Meskipun judul blog ini Musik dan Fantasi, aku belum pernah review apapun yang berbau fantasi ya belakangan ini. Dan sebenarnya aku juga lagi senang sama cerita-cerita slice of life yang ringan dan membuat bahagia, mungkin salah satu alasannya karena kondisi pandemi saat ini jadi aku living a normal life through someone else sementara fantasi kan bukan kehidupan normal ya. Jadi aku memanfaatkan Netflixku untuk menonton berbagai tontonan yang membuatku senang dan tenang setelah menonton acara lain atau berita yang membuat setres. Di sini aku akan berbagi dua drama Korea bagus banget yang temanya coming of age, cukup ringan, dan bisa kalian temukan di Netflix. Ada dua yang aku tonton dalam setahun ke belakang, yaitu My First First Love dan Because This Is My First Life. Coming of age itu bisa dibilang adalah proses “menjadi dewasa” jadi dalam kedua drama tersebut kita akan melihat perkembangan pribadi para tokohnya dan bagaimana mereka melalui masalah-masalah kehidupan. Meskipun di drama kedua para tokohnya sudah berusia 30-an, menurutku masih bisa dikategorikan coming of age karena dipenuhi banyak perkembangan pribadi dan membicarakan pernikahan dan bagaimana mereka dianggap lebih dewasa setelah menikah.

Aku memilih kedua drama tersebut karena mereka sudah beberapa tahun usianya dan tidak terlalu ramai dibicarakan orang-orang belakangan ini. Tapi mereka bagus juga, kok, dan sebenarnya cukup terkenal mungkin dua atau tiga tahun yang lalu. Mungkin kalian sudah pernah dengar juga karena memang cukup terkenal kok, tapi ya nggak seramai Start-Up atau It’s Okay to Not Be Okay. Ada banyak kesamaan dari dua drama di bawah ini, yang pertama menurutku mereka cukup ringan plot utamanya (meskipun kadang-kadang ada subplot yang berat), tidak ada mafia atau konglomerat (seperti banyak drakor lainnya dan I don’t like it), bisa dibilang keduanya bertema Coming of Age, dan keduanya mengandung unsur pertemanan yang cukup kental. Aku sih suka sekali. Mari kita bahas satu persatu.

My First First Love

My First First Love adalah seri keluaran tahun 2019 dengan tokoh utama Yoon Tae-o. Pada ulang tahunnya yang ke dua puluh satu (atau dua puluh dua? aku lupa) dia memohon-mohon ke orang tuanya supaya dikasih rumah mereka yang menganggur karena dia ingin punya space untuk tinggal sendiri. Dalam beberapa hari berikutnya dia akan kedatangan beberapa teman dari kalangan yang berbeda yang datang kepada Tae-o karena alasan masing-masing yang menyebabkan mereka semua akhirnya akan tinggal bersama Tae-o di rumahnya. Ada Han Songi yang diusir dari rumahnya tempat ia hidup sendiri karena tanpa ia sadari rumah itu sudah dilelang; ada Choi Hoon yang diusir orang tuanya karena ia ingin menjadi penyanyi sementara orang tuanya ingin ia menjadi pengusaha; ada O Garin yang juga anak orang kaya, yang dikirim orang tuanya kuliah ke luar negeri tapi ia ingin kabur; dan terakhir ada Seo Dohyun yang tidak punya tempat tinggal lagi karena ayahnya ingin pulang ke kampung tapi ia ingin tetap di kota untuk kuliah dan ujian CPNS.

ki-ka: Choi Hoon, O Garin, Seo Dohyun, Han Songi, Yoon Tae-o.

Jadi total mereka ada lima orang yang tinggal di rumah Tae-o meskipun tidak selalu ada lima-limanya pada saat yang bersamaan. Songi dan Dohyun sama-sama kehilangan tempat tinggal karena masalah uang sementara Hoon dan Garin sebenarnya kebanyakan uang dan ingin menjalani hidup tidak seperti keinginan orang tua mereka. Mereka berlima usianya sekitar 21-25an kalau tidak salah. Jadi Tae-o, Songi, dan Dohyun adalah mahasiswa sementara Hoon dan Garin berusaha mencari pekerjaan. Selama di rumah ini mereka akan berteman, bermusuhan, dan belajar berbagai hal baru. Misalnya Garin yang berasal dari keluarga konglomerat dengan hidup yang cukup sheltered baru sadar soal adanya pasar barang bekas sehingga Garin dan Hoon berdua mencari sumber penghasilan supaya mereka tidak selalu bergantung pada Tae-o. Songi dan Dohyun mostly berjuang di kehidupan perkuliahan mereka. Dari isu magang, ujian, biaya kuliah, hingga ujian CPNS mereka lalui bersama. Dan yang terpenting mereka semua, termasuk Tae-o, punya masalah keluarga masing-masing.

Judul My First First Love ini diambil karena Tae-o dan Songi sebenarnya sudah berteman sejak SMP kalau tidak salah dan mereka adalah cinta pertama satu sama lain, tapi sama-sama tidak sadar. Tapi mereka terus berteman hingga kuliah. Di awal seri Songi akan pacaran sama Dohyun karena mereka bisa dibilang trauma bonding lol dan meskipun menurutku mereka berdua bukan pasangan yang jelek, karena ini drama, kita tahu lah ya akhirannya bakal siapa sama siapa hahaha. Tapi seri ini menurutku tetap asyik ditonton karena petualangan yang mereka lalui untuk mencapai akhir. Aku pribadi juga senang sekali kalau ada seri yang banyak memasukkan unsur pertemanan jadi ini nilai plus banget buatku.

Because This Is My First Life

Because This Is My First Life adalah seri keluaran tahun 2017 tentang dua orang yang butuh uang sehingga memutuskan untuk tinggal dalam satu rumah. Nam Sehee, yang laki-laki, adalah tuan rumahnya dan Yoon Jiho, yang perempuan, adalah yang menyewa. Nam Sehee bekerja di sebuah startup aplikasi dan di tempat kerjanya ia dikenal sebagai orang yang tidak berperasaan dan terlalu berpikir logis. Kalau tidak salah ia berusia 38 tahun, masih lajang, tapi sudah memiliki rumah sendiri. Nam Sehee selalu mengambil keputusan dengan perhitungan sangat matang. Ia memilih untuk membeli rumah dengan mortgage atau hipotek (yang lebih sering dikenal dengan KPR) karena menurut perhitungannya, memiliki akan memberikan stabilitas dalam hidupnya. Ia memilih lokasi yang bagus yang dekat dengan halte bus, dekat dengan rumah sakit, dan rumahnya kecil dengan dua kamar. Ia sadar akan memiliki utang KPR selama sekitar tiga puluh tahun sehingga untuk mempercepat pembayarannya ia memutuskan untuk mengambil penyewa kamar.

Yoon Jiho mendapat informasi soal kamar yang disewakan ini dari temannya. Kamar ini disewakan dengan harga sangat murah dibandingkan harga pasaran tapi datang dengan persyaratan yang panjang. Tuan rumahnya memiliki banyak permintaan mendetail seperti orangnya harus rapi, harus bersedia memberi makan kucing, membersihkan kotoran kucing, dan bersih-bersih rumah. Jiho adalah orang yang cukup rapi dan senang bersih-bersih untuk brainstorming sambil bekerja sehingga ia mencoba menyewa kamar tersebut. Sehee juga puas dengan hasil bersih-bersih Jiho. Di beberapa hari pertama, Sehee dan Jiho tidak saling bertemu karena Sehee selalu pulang malam dan Jiho bekerja di dalam kamarnya tapi saat mereka akhirnya bertemu, mereka berdua cukup kaget karena Sehee tidak menyangka bahwa Jiho ternyata perempuan dan Jiho juga mengira Sehee adalah perempuan. Chaos ensued. Engga deng tapi mereka mengobrol dan mengobrol dan setelah perhitungan Sehee yang melibatkan Excel dan diagram, ia memutuskan bahwa Jiho adalah kandidat penyewa terbaik dan mereka melanjutkan perjanjian ini.

Setelah beberapa lama mereka tinggal bersama, Sehee mengusulkan pada Jiho untuk berpura-pura menikah karena orang tua mereka sama-sama berharap Jiho dan Sehee yang keduanya sudah berusia 30-an untuk segera menikah. Aku tahu kalau ini sangat klise hahaha. Tinggal bersama, pura-pura menikah, lalu lama-lama jatuh cinta? Iya memang klise dan ada di mana-mana sepertinya. Tapi keadaan sekitar mereka yang membua mereka memutuskan untuk berpura-pura, lalu bagaimana perlakuan keluarga mereka, bagaimana perlakuan teman mereka, itu sangat menarik untuk dilihat.

Judul Because This Is My First Life adalah kalimat yang diutarakan Sehee pada Jiho saat mereka pertama bertemu. Maksud dari kalimat ini adalah jangan takut berbuat kesalahan karena ini adalah pertama kalinya kita menjalani hidup. Kita belum pernah berada dalam keadaan seperti ini sebelumnya, jadi jangan takut gagal dan berbuat kesalahan. Sepanjang seri, kalimat ini akan cukup sering dirujuk. Misalnya saat mereka menikah, lalu merasa panik dan gugup, lalu mereka akan berkata tidak apa-apa, ini pertama kalinya aku menikah, makanya aku merasa gugup. Menurutku ini adalah pesan moral yang sangat bagus.

Sinopsis ceritanya memang cukup klise, makanya awalnya aku juga takut ini bakal kurang bagus. Tapi seperti yang kutulis di atas, drakor ini memiliki pesan moral yang bagus. Plot-plot sampingannya cukup beragam dan mengangkat isu-isu yang cukup relatable mulai dari hubungan antara pasangan yang sudah lama pacaran tapi tidak kunjung menikah, tradisi yang ditekankan oleh orang tua kepada anaknya, favoritisme dalam keluarga, hingga seksisme di dunia kerja. Banyak pertanyaan penting yang diangkat, seperti kapan kita harus mulai menentang sexual harassment pekerjaan? Apakah tradisi itu sesuatu yang harus banget diikuti? Bagaimana membuat hubungan romantis jangka panjang tetap menarik? Dan seterusnya dan sebagainya.


Kedua drama Korea di atas terdiri dari kurang lebih 16 episode, standar sih. Aku juga menyadari kedua drama di atas memiliki kesamaan, yaitu dua atau lebih orang yang terpaksa tinggal di satu tempat karena keadaan mereka. Ini sebenarnya bisa juga disebut Forced Proximity Trope, yaitu kedekatan (fisik) yang terpaksa. Tentu keadaan seperti ini akan memaksa orang-orang yang terlibat untuk membentuk hubungan dekat dan menghadapi masalah yang ada di antara mereka karena mereka tidak bisa ke mana-mana. Ini membuat cerita berjalan cukup cepat dibandingkan kalau misalnya mereka tinggal terpisah-pisah.

Memang, sih, judul post ini adalah drama ringan tapi ya tentu di antara keduanya ada subplot yang cukup berat. Menurutku masih cukup asyik untuk ditonton sebagai pengisi waktu luang. Aku sangat merekomendasikan kedua drama Korea di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s