Buku yang Kubaca Maret 2021

Bulan Maret kemarin aku membaca buku cukup banyak dibandingkan Februari. Yeyy senang sekali! Beberapa buku yang kubaca itu adalah sekuel sihh dari yang sudah kubaca sebelumnya. Akan kubahas satu persatu.

Anne of Ingleside

Anne of Ingleside adalah buku keenam dari seri Anne of Green Gables. Beberapa bulan lalu aku memang berencana membaca ulang seluruh seri ini dari buku pertama hingga yang terakhir, totalnya ada delapan buku. Aku juga menulis ulasan + ringkasan dari buku-buku ini di blog ini. Di buku pertama Anne masih berusia 11 tahun dan baru tinggal di Green Gables. Di buku keenam ini Anne sudah menikah dengan Gilbert dan tiba-tiba sudah mempunyai enam anak! Aku senang membaca seri ini karena aku senang merasa “tumbuh besar” bersama Anne dari dia kecil hingga dewasa. Tapi sayangnya di buku ini banyak juga cerita yang berdasarkan sudut pandang anak-anak Anne yang masih kecil. Aku jadinya kurang menikmati karena yaaa aku kan ingin melihat kehidupan Anne sekarang seperti apa. Jadinya aku juga menyimpulkan membaca enam buku saja sudah cukup karena aku takut buku-buku selanjutnya bakal begini juga. Ulasan selengkapnya bisa dibaca di sini.

Strictly Professional

Strictly Professional adalah novel romansa karya Kathryn Nolan. Buku ini menceritakan dua orang yang berasal dari latar belakang berbeda, bertemu, lalu jatuh cinta. Yang perempuan namanya Roxy, dia adalah seorang seniman tato yang memiliki tokonya sendiri. Roxy juga adalah mahasiswi di sebuah kelas MBA Eksekutif (kelas manajemen untuk profesional) karena ia merasa butuh ilmu lebih untuk mengatur tokonya. Program MBA yang dia ikuti ini isinya memang para profesional yang melanjutkan studinya untuk langsung diterapkan di pekerjaan mereka masing-masing. Alasan utama Roxy memilih program ini adalah karena Capstone Project yang ditawarkan yaitu program mentoring selama beberapa bulan bersama seorang pemilik bisnis sukses supaya para mahasiswa bisa belajar ilmu yang praktis. Dalam program ini Roxy bertemu Edward, seorang manajer hotel mewah. Tapi ini bukan pertama kalinya mereka bertemu dan sudah ada benih-benih ketertarikan di antara mereka berdua. Sayangnya mereka seharusnya memiliki hubungan yang profesional saja.

Konflik dalam buku ini adalah tuntutan mereka untuk mempertahankan hubungan yang strictly professional. Tidak hanya itu, latar belakang Edward yang berasal dari keluarga proper old money Englishman dan Roxy yang berasal dari keluarga rockstar bertato kelas menengah juga jadi masalah. Buku ini menarik, cukup asyik, cukup ringan, dan plot utamanya memang romance. Tentu ada bagian-bagian yang membuatku sedih terutama ketika membicarakan masalah ekonomi toko Roxy tapi masalah latar belakang mereka itu klise sih menurutku dan penokohan orangtuanya Edward agak berlebihan. Tapi ya nggak jelek juga bukunya. Untuk yang mau baca novel romance ringan ini masih oke banget untuk dibaca.

Rosewater

Rosewater adalah novel bergenre science-fiction yang berlatar di kota Rosewater, Nigeria. Aku menulis ulasan lengkapnya juga karena menurutku buku ini bagus sekali. Ada aliennya, ada telepati, ada teknologi futuristik, dan lain-lain. Buku ini memang bagian dari sebuah seri yaitu Trilogi Wormwood tapi sesuai dengan judulnya, buku ini hanya fokus di kota Rosewater dan tokoh utamanya, Kaaro. Di akhir buku, pertanyaan-pertanyaan besar akan terjawab jadi membaca satu buku saja juga tidak apa-apa. Tapi aku suka sekali sama buku ini jadi sepertinya aku akan baca buku berikutnya.

Wild at Heart

Wild at Heart adalah buku kedua dari seri The Simple Wild yang aku baca di Bulan Januari. Ini adalah novel fiksi kontemporer. Biasanya kan cerita romance itu menitikberatkan pada ketemunya dua orang lalu mereka menjalin hubungan dari situ. NAH karena ini buku kedua, cerita meet cute-nya sudah di buku sebelumnya. Jadi di sini ya isinya setelah kedua protagonis, Calla dan Jonah, memutuskan untuk hidup bersama di Alaska. Calla adalah anak kota besar sedangkan Jonah sebelumnya tinggal di Bangor, Alaska, yang sangat terpencil hingga ke mana-mana harus naik pesawat. Jonah yang merupakan pilot bahkan terbiasa mondar-mandir ke desa-desa terpencil untuk membawa orang sakit atau kebutuhan sehari-hari. Calla dan Jonah berkompromi dengan pindah ke kota kecil yang tidak jauh dari kota besar dan membeli rumah baru di sana.

Buku kedua ini menurutku tidak terlalu banyak unsur romansanya, makanya ya seperti fiksi umum saja yang menceritakan kehidupan sehari-hari. Buku ini sangat menggambarkan bagaimana Calla menyesuaikan diri dengan hidup di kota kecil yang memiliki komunitas erat, bagaimana ia belajar tinggal di tempat yang “liar” dekat dengan hewan-hewan buas, dan yang utamanya adalah bagaimana ia hidup bersama Jonah, seorang pilot, yang setiap hari bepergian melintasi alam liar Alaska yang berbahaya. Kehidupan Calla dipenuhi rasa kesepian, ketakutan, dan kesedihan ketika ditinggal Jonah bekerja. Tentu Calla juga punya aktivitas sendiri seperti berkebun dan menjalankan tugas-tugas administratif perusahaan penerbangannya dengan Jonah. Tapi ia juga harus menyesuaikan diri dengan banyak hal baru.

Jujur saja, membaca buku ini banyak membuatku merasa sedih sendiri karena realistis, sih, memang hidup itu susah dan banyak perjuangan. Pasangan yang sudah memutskan untuk settle down bersama juga akan menghadapi banyak masalah dan tidak bisa selamanya bersama-sama. Ada masa ketika Jonah harus pergi lama untuk bekerja dan aku jadi kepikiran bahwa di sekitarku banyak sekali pasangan sudah menikah dan beranak yang terpaksa LDR gara-gara tuntutan pekerjaan. Tapi ya mau gimana lagi? Di buku ini juga ada tokoh ibu-ibu tua yang kepo dan ikut-ikutan sama urusan orang lain. Tapi ya pasti di setiap perkampungan akan ada orang seperti itu, yang berusaha sekuat tenaga menarik semua orang ke dalam komunitas meskipun kadang bikin kesal. Buku ini menunjukkan bahwa kehidupan di kota kecil memang bergantung dengan komunitas di sekitar kita untuk saling membantu satu sama lain. Setahu aku setelah buku ini ada lanjutan novella lagi tapi aku malas bacanya. Sepertinya sudah cukup segini saja, aku sudah puas dengan ceritanya. Buku ini menurutku bagus sekali, realistis, dan lumayan bikin nangis kalau relate sama kehidupan tokoh-tokohnya.


Sekiann buku-buku yang aku baca di bulan Februari lalu. Setengahnya adalah buku lanjutan seri yang pernah kubaca sebelumnya dan masih ada lanjutannya, tapi sepertinya tidak akan aku lanjutkan lagi sayangnya. Alasannya karena aku merasa sudah cukup saja, sih, dan lebih baik membaca buku-buku lainnya lagi. Aku berencana membaca buku dari trilogi Wormwood selanjutnya tapi belum tahu kapan. Aku juga pingin baca buku nonfiksi lagi, tapi bingung buku apa ya yang menarik? Biasanya aku suka yang berbau-bau sejarah atau kehidupan sehari-hari jadi kalau ada saran boleh banget disampaikan.

2 Comments

  1. Aku ada rekomendasi nonfiksi nih, Anindya. Siapa tahu ada yang cocok:
    > Kalau sedang mood baca memoar, bisa coba: This Is Going to Hurt (Adam Kay), Dear Girls (Ali Wong), Semasa Kecil di Kampung (Muhamad Radjab), atau In the Dream House (Carmen Maria Machado).
    > Memoar/buku catatan perjalanan: From Here to Eternity (Caitlin Doughty)
    > Kalau tertarik baca buku kumpulan essai: It’s Not About The Burqa.
    Semoga ada judul yang menarik untukmu ya 🙂

    Like

    1. Waahh asyik ada banyak. Aku udah pernah ngecek2 bukunya Ali Wong sama Caitlin Doughty tapi sekarang lupa lagi hahaha. Terus bukunya Muhamad Radjab ini menarik juga tapi aku bingung nyarinya di mana. Terima kasih banyak sarannya, Farah.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s